21 Oktober 2011
MAMA
Mama.....saat aku kecil dulu. aku tidak mengerti apalah arti kau di sampingku. aku selalu menangis, aku selalu marah. merasa paling hebat di dunia. saat aku kecil dulu. aku tidak mengerti mengapa aku melihat kau menangis di sampingku. aku tidak mengerti betapa pedulinya kau padaku. aku tidak mengerti betapa kau selalu menungguku di saat aku bermain. karena aku merasa paling hebat di dunia. Mama.....kini aku telah dewasa dan melihat cermin pada diriku sendiri. betapa berat engkau melihat langkahku. betapa berat engkau melihatku menangis. betapa kau selalu ingatkan aku bahwa duniaku masih terlalu sempit. untuk menjadi sombong dan angkuh. Mama.....kau adalah sahabatku, perisaiku, dan malaikatku. tidak akan ada yang lebih berharga selain kasihmu. Mama.....tanpamu aku bukanlah apa-apa di dunia ini. bahkan tidak lebih berharga dari sebuah pasir di pantai. andai saja aku masih bisa menatapmu saat tersenyum seperti saat ini. mungkin aku akan malu pernah berpikir aku paling hebat. andai saja aku masih bisa melihatmu menangis karenaku. mungkin aku akan memberikan pelukan sejuta maaf yang tak terhingga. Mama.....bagaimanapun hidupku kelak, kau adalah pencipta langkahku. bagaimanapun sedihnya perjalanan hidupku, kau adalah obat dalam ketegaranku. Mama.....tetaplah di sampingku untuk selamanya. biarkan aku taburkan bunga kebahagiaan selama nafasku masih berada di antara langit-langit. agar kau tau betapa aku sangat mencintaimu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar