19 Agustus 2011
SANG PUJANGGA
Bagai angin menghembus diudara, kini aku telah melupakanmu wahai sang pujangga. Detik demi detik kau buatku terpana. Kau rebut sedikit demi sedikit hati ini. Dan kau buat aku melayang diudara bagai sampah tak bernilai. Hari demi hari aku semakin tenggelam kelautan cintamu. Dan tanpa aku sadari seluruh hatiku telah tertutup kau sang pujangga. Seperti orang bodoh yang mengharapkan cinta tulus sang panggeran tampan? Lalu dan lalu kau mulai menyakiti hati ini. Kau bermain bersama yang lain disana. Betapa hancur hati ini melihatmu seperti itu. Terasa hampa sesakkan dada. Walau kau menusukku tetap hanya kaulah sang pujanggaku. Waktu berlalu begitu cepat dan kini mulai leburlah perasaanku terhadapmu sang pujangga. Aku bukanlah orang bodoh yang harus selalu menunggu. Apalah arti menunggu?bila itu sangat menyakitkan. Sang waktulah yang mengubah cara pandangku terhadapmu. Andai kau pernah merasakan perasaan yang sama denganku anggaplah itu sebuah pelajaran untukmu. Kini aku akan pergi menjauh dari hidupmu. Dan mengembara mencari sang pujangga hati yang lain. Selamat tinggal sang pujanggaku, dan selamat datang sang pujangga baruku.
RADIO
On the radio. I hear your voice. Calling love repeatedly. What a song for me, that reminds me of. Something that I couldn’t hold. Baby I’m in trouble. No, you’re in trouble. Yes we’re in trouble. But, it’s sweet anyway. I might miss you. No… Yes I miss you. Gonna-gonna miss you. I might be runaway from you. No….. Yes I’ running from you. But I’m gonna-gonna miss you. On the radio I hear your voice. Calling love repeatedly. Like a sought for me calling out (to me), but I’m not going back. Maybe someday.
SERINGAN AWAN
Disini semua berawal. Walau seribu Tanya bicara. Terbungkam oleh pesona. Tanpa arah, semakin jauh. Ku bertahan. Haruskah ku hilang, tanpa pesan. Akankan ku rindu, semua kesan. Sentuhlah hatiku, rasakannya berbeda. Rengkuhlah pikirku, bawaku ke duniamu. Dengarlah harapku, akankah kau mengerti. Bila hadirmu buat hatiku, seringan awan. Disini semua terungkap. Walau nyata enggan berkata. Terbungkam oleh prahara
Langganan:
Postingan (Atom)