Blogger Widgets Alpiah Baity: SANG PUJANGGA

19 Agustus 2011

SANG PUJANGGA

Bagai angin menghembus diudara, kini aku telah melupakanmu wahai sang pujangga. Detik demi detik kau buatku terpana. Kau rebut sedikit demi sedikit hati ini. Dan kau buat aku melayang diudara bagai sampah tak bernilai. Hari demi hari aku semakin tenggelam kelautan cintamu. Dan tanpa aku sadari seluruh hatiku telah tertutup kau sang pujangga. Seperti orang bodoh yang mengharapkan cinta tulus sang panggeran tampan? Lalu dan lalu kau mulai menyakiti hati ini. Kau bermain bersama yang lain disana. Betapa hancur hati ini melihatmu seperti itu. Terasa hampa sesakkan dada. Walau kau menusukku tetap hanya kaulah sang pujanggaku. Waktu berlalu begitu cepat dan kini mulai leburlah perasaanku terhadapmu sang pujangga. Aku bukanlah orang bodoh yang harus selalu menunggu. Apalah arti menunggu?bila itu sangat menyakitkan. Sang waktulah yang mengubah cara pandangku terhadapmu. Andai kau pernah merasakan perasaan yang sama denganku anggaplah itu sebuah pelajaran untukmu. Kini aku akan pergi menjauh dari hidupmu. Dan mengembara mencari sang pujangga hati yang lain. Selamat tinggal sang pujanggaku, dan selamat datang sang pujangga baruku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar