Blogger Widgets Alpiah Baity: 2012

28 Oktober 2012

ooooorrrrdddikkkkkkkkkkkkk! yap kemarin gua abis ordik nih. ordik bareng sma gua tercinta. ordik kali ini ada yang beda. apa bedanya? ordik kali ini semua anak yang berstatus kelas 10 ikut semua. bisa bayangin kan betapa banyaknya tuh anak-anak kelas 10. dulu anak kelas 10 yang ikut cuma anak-anak pilihan, sekarang gak pakai dipilih semuanya wajib ikut!!!!!  gua dipilih jadi panitia. sebenarnya gua gak mau tapi mau gimana lagi gua gak bisa nolak, yaa jadilah gua panitia ordik. gua pikir kita bakal senang-senang kayak tahun lalu, tapi jauh berbanding balik dengan apa yang gua pikir. dan lo mau tau apa tugas gua? gua disuruh ngebimbing tuh anak-anak kelas 10 yang culunnya minta ampun. awalnya fine-fine aja. gak taunya pas udah di tkp, gua dan teman-teman seangkatan dijadiin pembantu guru. hahaha lucu ya, emanggg!! hmm padahal gua udah janji gak mau marah-marah tapi gua disuruh ketua buat bersikap tegas. berdirilah gua dengan cool dan cantik. disinilah gua mulai disiksa bukan menyiksa. akakaka dengan senyum kecut gua mulai menjalini aktivitas gua sebagai panitia ordik. teriak-teriak nama anak kelas 10 yang jelas-jelas gua gak tau orangnya dan gak penting. tapi mengingat gua panitia yang baik gua laksanakan tugas itu dengan sangat tidak ikhlas?eh ikhlas deng hehe. pura-pura marah sama anak yang gak nurut perintah gua. hohoho ternyata enak yang marahanin anak orang. intinya ordik kali ini capeeeekkk bangetttttttttt!!!!!!!!! tapi kenangannya banyak banget deh. nih foto-fotonya pas gua ordik.



bareng sama double ika. ika mulyati & ika wahyuni.

bareng ika wahyuni my besties

suka banget sama foto ini. khoirul ketawanya natural banget dan lagi gendong ika tapi yang photografernya kurang oke jadi hasilnya kayak gini.

ini foto pas ika lagi masak kayak embo-embo ya akakakaka

bareng asri dan ika. love you ya

bareng sama anak-anak yang oke bangeettttt!

pergi diem-diem buat makan ketropak 





























31 Mei 2012

stuck!

Dia?! Orang yang mampu membuatku berpikir tidak ada yang lebih menarik daripada dia. Warna hitam di matanya adalah hitam paling sempurna yang pernah kulihat. Tajam dan tegas, sanggup menyapu semua hal di sekelilingnya dengan satu tatapan saja. Bibirnya sesempurna senyumannya. Senyum yang jarang dia umbar ke orang lain. Tapi ketika dia tersenyum, aku merasakan aliran darahku mengalir sepuluh kali lebih cepat dari dalam jantung hingga ke ujung-ujung jariku. Mengalirkan napas-napas pendek penuh kebahagian.

Badannya tegap. Setegap hatinya yang tampak sekokoh batu karang. Punggungnya begitu lapang. Aku tahu, ada banyak kehangatan di punggung yang kokoh itu. Dia benar-benar orang yang menarik. Di mataku dia benar-benar menarik. Tapi bukan kesempurnaan fisik yang membuatku menyukainya sejak dulu.

Aku senang melihat tingkah lakunya. Senyum dan tawa kecil selalu ada di wajahku ketika aku melihat keisengan-keisengan yang dia lakukan bersama teman-temannya. Dan rasa bangga selalu muncul di hatiku ketika melihatnya belajar dan mengerjakan semua tugas sekolah dengan rapi.

Tapi sekali lagi, ternyata bukan kepribadiannya yang membuatku begitu menyayanginya. Kesempurnaannya, timbul entah dari mana dari dalam hati ini. Yang jelas, aku menyukainya dulu, baru aku melihat dia sebagai orang yang sempurna. Bukan sebaliknya. Aku suka, aku sayang, aku cinta, tidak ada alasan.

Mulai hari ini aku sadar, aku tidak bisa memandangnya lagi, melihat punggungnya. Semuanya akan berubah dan aku yakin akan menemukan sesuatu yang luar biasa nantinya. Entah itu dengan atau tanpannya di hadapanku.

Bagaimana caranya? Aku benar-benar tidak tahu bagaimana caranya hidup tanpa bisa melihat punggung dan senyumnya. Bagaimana aku bisa berjalan jika aku sadar tidak ada dia di sampingku? Bagaimana aku bisa menjalani hidup yang seperti itu?

Aku benar-benar harus belajar menerima hari-hariku  tanpa dia. Tempatnya sekarang hanyalah di hatiku. Sesuatu yang tidak nyata. Hanya memori. Yang suatu saat bisa pudar di makan waktu.

Sudah lama berlalu tapi ingatanku masih memutar memori yang sama. Memori tentangnya. Rasa rindu membuat dadaku terasa makin sesak setiap hari. Aku tidak menyangka akan sesulit ini melupakannya. Aku tidak menyangka rasa cintaku akan sebesar ini. Dulu kukira ini hanya cinta monyet yang tidak akan bertahan lama. Tapi ternyata tidak.

Wajahnya terus muncul di benakku. Setiap detik, ingatanku akan dia sangat mengganggu konsentrasiku. Membuatku terkadang lupa apa yang mau kulakukan selanjutnya. Dia dan harum tubuhnya meninggalkan lubang-lubang kecil di hatiku. Lubang itu bertambah besar setiap hari ketika aku merindukan wajahnya yang sempurna.

Saat itulah aku merasa ada yang menusuk hatiku. Wajahnya tiba-tiba muncul di pikiranku. Membuat napasku sesak dan kepalaku jadi pusing. Kenapa hati ini begitu sakit? Aku rasa aku telah kehilangan dia. Sejak kejadian hari itu, dia seperti menghilang dari hidupku. Tidak ada kabar tentang dia yang berhembus ke telingaku.

Pada saat-saat seperti ini aku baru sadar betapa aku menyayanginya. Betapa aku merindukan dia. Betapa hidupku terasa seperti bola tanpa udara, yang tidak bisa bergerak kemana-mana karena tidak ada dia. Sekilas aku tampak sudah melupakan dia karena kesibukkanku. Tapi sebenarnya, aku selalu memikirkan dia setiap detik.

Takdir seolah mempermainkanku. Diriku tidak bisa berhenti menyayanginya. Setiap kali aku melamun, secara tak sadar tanganku menulis namanya. Lagi dan lagi. Selalu namanya yang ada di seluruh saraf tubuhku. Rasanya ingin menangis. Hatiku sakit. Sakit sekali rasanya, seperti ada pisau besar yang menusuk tepat di hatiku. Untuk sesaat aku masih menutup diri. Masih beradaptasi pada rasa sakit yang begitu keras dan menghantam hatiku.

Aku harus kuat. Aku harus menerima kenyataan yang ada di depan mata dengan hati besar. Semua yang terjadi di dunia ini bukan suatu kebetulan. Semuanya sudah pada tempatnya. Dan semuanya punya maksud dan tujuan yang baik pada akhirnya.