Blogger Widgets Alpiah Baity: Mei 2011

02 Mei 2011

PEREMPUAN TEGAR

Perempuan adalah makhluk yang di ciptakan oleh tuhan untuk mendampingi laki-laki. Menurut kaum laki-laki perempuan adalah makhluk lemah yang bisa di permainkan sesuka hati mereka. Sebenarnya anggapan itu salah besar. Kaum laki-laki lah yang sebenarnya lemah. Di saat kaum laki-laki sedang patah hati. Mereka merasa hatinya rapuh dan tersakiti, dan mereka membalas dengan menyakiti hati perempuan lain untuk membalaskan sakit hatinya ( SUNGGUH BUKAN LAKI-LAKI YANG JANTAN ). Sedangkan perempuan mencoba untuk tegar. Walaupun saat putus mereka bersedih tapi mereka berpikir dewasa dan mencoba tidak membalas kepada laki-laki lain. Dan perempuan juga menutupi kesedihannya dengan tersenyum kepada semua orang.
PEREMPUAN ITU RAPUH TAPI MEREKA TIDAK MAU KESEDIHANNYA DI LIHAT SEMUA ORANG DAN MENCOBA TERSENYUM.

AKHIR PERSAHABATAN

Ambillah kekasihku. Bila itu yang kau mau. Namun mulai saat ini. Aku tak ingin mengenalmu lagi. Segitu berartikah. Kekasihku di matamu. Hingga kau lupa siapa aku. Aku sahabatmu yang selalu mempercayaimu. Aku terluka sungguh terluka. Tak percaya teganya engkau merebut kekasihku. Aku terluka sungguh terluka. Tak percaya semurah itukah ARTI PERSAHAATAN KITA. Inilah akhir persahabatan. Semoga kalian bahagia. Aku terluka sungguh terluka. Tak percaya serendah itukah aku diharga. Aku terluka sungguh terluka. Tak percaya semurah itukah arti persahabatan kita. Tak percaya. Tapi INILAH AKHIR PERSAHABATAN KITA.

KU NANTI CANDAMU

Kaulah yang paling terindah. Yang pantas kurindukan. Hingga mampu mengikat erat. Semua hari-hari yang kulalui. Dan selalu menjerat ke alam kerinduan. Yang sangatlah dalam. Tak pernah ku bisa lupakan dirinya. Walau sejenak saja. Ku ingin kau kembali tersenyum. Bukanlah sedih dan menangis. Maafkan kesalahan. Saat kita masih bersama. Dan bawalah aku melayang. Mendayung cinta di awan. Akankah kembali dan kunikmati lagi. Selalu kunanti candamu kembali. Tak pernah lelah hatiku. Kan tetap disini. Dan selalu kunanti. Candamu kembali. Selalu kunanti candamu kembali. Kuingin memiliki lagi. Selalu kunanti. Candamu kembali.


DENDAM

Selamat malam wahai kau sahabatku. Yang telah pergi tinggalkan pedih di hati. Masihkah kau ingat ulah kita dulu. Tangis dan tawa terbawa dalam mimpi. Takkan ku lupakan dirimu teman lamaku. Sosok sahabat yang kini begitu amat kubenci. Satu yang tak akan pernah aku lupa. Di kelamnya malam pertengkaran kita. Ku selalu berharap kau akan datang padaku. Hapus dendam tuk akhiri pertengkaran kita. Bila suatu saat nanti. Semua ini kan terjadi menangis haruku di pelukmu. Ku akui ku selalu iri padamu. Ingin ku miliki apa yang kau punya. Tetapi mengapa setelah ku dapatkan. Hanya kehampaan yang hinggap di hati. Telah aku berikan apa yang ku punya. Dengan harapan kita saling berbagi. Tetapi mengapa setelah ku berikan. Hatiku menyesal dan berujung DENDAM. Ku selalu berharap kau akan datang padaku. Hapus dendam tuk akhiri pertengkaran kita. Bila suatu saat nanti. Semua ini kan terjadi menangis haruku di pelukmu.

PENANTIAN

Diri ini,telah lama menanti. Menantimu,untuk memeluk hati ini. Hati yang selalu terukir namamu. Yang takkan mungkin hilang. Meski usang dimakan waktu. Jiwa ini,telah lama mencari. Mencari belahan dirinya. Yang telah lama pergi. Pergi untuk menjauh. Bersama dirimu. Yang takkan mungkin pernah,coba berpikir untuk kembali. Mungkin semua harus terjadi. Kesalahan yang telah aku perbuat. Jadi penyebab kau pergi. Bila ku kan mati di sini. Mati dalam penantian yang tak bertepi. Dan terkubur dalam penyesalan yang tak berarti. Rasa perih selalu menghampiri. Menghampiri di tiap hayalku. Terlintas bayangmu. Bayang yang selalu menyiksa diriku. Walau selalu ku coba membakar indah kenangan itu.