Blogger Widgets Alpiah Baity: Juni 2013

13 Juni 2013

CINTA 3 TAHUN


Tidak terasa waktu cepat berlalu. Sudah hampir 3 tahun aku mencintainya. Mencintainya secara diam-diam tanpa pernah memberitaunya. Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku harus membuat sandiwara seakan-akan aku tidak mempunyai perasaan apa-apa kepadanya. Apa kamu pernah merasakannya? Aku berharap kamu tidak pernah merasakannya. Karena rasanya amat sangat sulit digambarkan. Semua itu terjadi karena kekagumanku kepadanya, dan berbuah rasa suka. Suka bukan dalam arti biasa tapi dalam arti lebih luas. Aku menyukainya sebagai seorang laki-laki yang pantas aku cinta. Aku selalu berdoa kepada Tuhan, Tuhan tolong bukakan matanya untuk melihatku. Doaku selalu sama setiap harinya. Mungkin Tuhan bosan mendengar doaku yang selalu itu-itu saja. Sehingga Tuhan tidak pernah mengabulkan doaku. Dia mulai menyakitiku dengan menjalin hubungan dengan perempuan lain. Dan terus berlanjut dengan perempuan-perempuan lain yang berbeda-beda. Kamu tau bagaimana perasaanku saat itu? Perasaanku amat sangat hancur. Aku harus bagaimana? Lanjutkan atau tinggalkan? Seketika aku ingin bertahan, tapi seketika itu juga aku lelah bertahan. Seketika aku ingin pergi, tapi seketika itu juga aku tidak sanggup pergi. Aku capek, aku lelah, aku tidak sanggup. Aku tidak ingin tersakiti lagi. Aku bertekad untuk melupakannya. Tapi semakin aku  melupakannya, semakin aku tidak bisa melupakannya. Aku selalu berpikir apa ini yang dinamakan cinta? Tapi mengapa dia tidak mencintaiku? Bahkan melihatku saja dia tidak pernah? Seakan-akan aku bukan manusia yang patut untuk dilihat olehnya. Waktu terus bergulir. Banyak laki-laki datang, mengajakku berhubungan tapi aku selalu menolak. Aku percaya keajaiban akan datang. Dia akan melihatku dan suatu saat kami pasti bersama. Ketika ada laki-laki lain datang, jawabanku selalu sama. Aku percaya dia akan melihatku dan suatu saat kami pasti bersama. Aku mulai di ambang kejenuhan. Aku selalu bertanya mengapa dia tidak pernah melihatku? Jawabannya sederhana, karena aku tidak pernah memberi taunya bahwa aku mencintainya. Aku benci memberitaunya. Karena dogma seorang perempuan hanya menunggu, menunggu, dan menunggu. Aku ingin sekali memberitau perasaanku ini kepadanya tapi aku takut, aku malu!! Apa yang akan dia katakan tentang aku? Waktu silih berganti. Aku sadar aku harus mengakhiri semua ini. Ya semua yang aku mulai sendiri dan harus ku akhiri sendiri. Kadang aku berpikir apa semua ini sia-sia? Aku telah memberikan seluruh hatiku kepadanya. Dan kini aku harus memungutnya kembali. Satu demi satu aku kumpulkan kepingan-kepingan hati yang telah hancur. Ternyata tidak semudah yang aku pikirkan. Aku sudah terlalu lama tengelam dalam cintanya. Aku tidak mampu pergi meninggalkannya. Ketika aku ingin meninggalkannya seketika itu juga aku merasakan sakit yang luar biasa. Ketika aku melihatnya aku tidak sanggup. Aku ingin pergi tapi hatiku tertahan olehnya. Aku sudah terjerumus ke dalam lembah terdalam. Dan aku tidak mampu bangkit kembali!!! Aku ingin melepaskanmu, tapi hatiku tidak bisa. Akhirnya Tuhan menolongku. Dia membukakan mataku untuk melihatmu yang tak pantas aku cinta. Selama ini aku telah membuang waktuku. Dan menganggap kamulah cinta sejatiku. Selamat tinggal cinta 3 tahun yang aku pendam sendiri. Semoga aku tidak mengulangi kesalahan sama kembali. Aku berdoa semoga kamu bahagia atas pilihanmu. Kini hatiku sudah ikhlas. Dan sampai saat kata-kata ini ditulis aku sudah tidak merasakan sakit lagi seperti dulu.  


YANG PERNAH MENCINTAIMU

ALPIAH BAITY