Tidak terasa waktu cepat berlalu. Sudah hampir 3 tahun aku
mencintainya. Mencintainya secara diam-diam tanpa pernah memberitaunya. Ini
adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku harus membuat sandiwara
seakan-akan aku tidak mempunyai perasaan apa-apa kepadanya. Apa kamu pernah
merasakannya? Aku berharap kamu tidak pernah merasakannya. Karena rasanya amat
sangat sulit digambarkan. Semua itu terjadi karena kekagumanku kepadanya, dan
berbuah rasa suka. Suka bukan dalam arti biasa tapi dalam arti lebih luas. Aku
menyukainya sebagai seorang laki-laki yang pantas aku cinta. Aku selalu berdoa kepada Tuhan,
Tuhan tolong bukakan matanya untuk melihatku. Doaku selalu sama setiap harinya. Mungkin
Tuhan bosan mendengar doaku yang selalu itu-itu saja. Sehingga Tuhan tidak pernah
mengabulkan doaku. Dia mulai menyakitiku dengan menjalin hubungan dengan perempuan
lain. Dan terus berlanjut dengan perempuan-perempuan lain yang berbeda-beda. Kamu
tau bagaimana perasaanku saat itu? Perasaanku amat sangat hancur. Aku harus
bagaimana? Lanjutkan atau tinggalkan? Seketika aku ingin bertahan, tapi seketika itu juga aku lelah bertahan. Seketika aku ingin pergi, tapi seketika itu juga aku tidak sanggup pergi. Aku capek, aku lelah, aku tidak sanggup. Aku tidak ingin tersakiti lagi. Aku
bertekad untuk melupakannya. Tapi semakin aku
melupakannya, semakin aku tidak bisa melupakannya. Aku selalu berpikir apa ini yang
dinamakan cinta? Tapi mengapa dia tidak mencintaiku? Bahkan melihatku saja dia
tidak pernah? Seakan-akan aku bukan manusia yang patut untuk dilihat olehnya. Waktu
terus bergulir. Banyak laki-laki datang, mengajakku berhubungan tapi aku selalu menolak. Aku percaya keajaiban akan datang. Dia akan melihatku dan suatu saat kami pasti bersama.
Ketika ada laki-laki lain datang, jawabanku selalu sama. Aku percaya dia akan
melihatku dan suatu saat kami pasti bersama. Aku mulai di ambang kejenuhan. Aku selalu
bertanya mengapa dia tidak pernah melihatku? Jawabannya sederhana, karena aku tidak
pernah memberi taunya bahwa aku mencintainya. Aku benci memberitaunya. Karena
dogma seorang perempuan hanya menunggu, menunggu, dan menunggu. Aku ingin sekali
memberitau perasaanku ini kepadanya tapi aku takut, aku malu!! Apa yang akan dia katakan tentang aku? Waktu silih berganti. Aku sadar aku harus mengakhiri semua
ini. Ya semua yang aku mulai sendiri dan harus ku akhiri sendiri. Kadang aku
berpikir apa semua ini sia-sia? Aku telah memberikan seluruh hatiku kepadanya. Dan kini aku harus memungutnya kembali. Satu demi satu aku kumpulkan kepingan-kepingan hati yang telah hancur. Ternyata tidak semudah yang aku
pikirkan. Aku sudah terlalu lama tengelam dalam cintanya. Aku tidak mampu pergi meninggalkannya. Ketika aku ingin
meninggalkannya seketika itu juga aku merasakan sakit yang luar biasa. Ketika
aku melihatnya aku tidak sanggup. Aku ingin pergi tapi hatiku tertahan olehnya.
Aku sudah terjerumus ke dalam lembah terdalam. Dan aku tidak mampu bangkit
kembali!!! Aku ingin melepaskanmu, tapi hatiku tidak
bisa. Akhirnya Tuhan menolongku. Dia membukakan mataku untuk melihatmu yang tak pantas aku cinta. Selama ini aku telah membuang waktuku. Dan menganggap kamulah cinta sejatiku. Selamat tinggal cinta 3 tahun yang aku pendam sendiri. Semoga aku tidak mengulangi kesalahan sama kembali. Aku berdoa semoga kamu bahagia atas pilihanmu. Kini hatiku sudah ikhlas. Dan sampai saat kata-kata ini ditulis aku sudah tidak merasakan sakit lagi seperti dulu.
YANG PERNAH MENCINTAIMU
ALPIAH BAITY
cerita yg mengharukan buat diri ku,,lelaki yg sangat bodoh,ada perempuan yg tulus mencintai'y tp ia malah memilih suka sama perempuan lain yg jelas2 tidak mencintai'y
BalasHapusterima kasih ndut. namanya juga kehidupan gak semuanya yang kita harapkan akan terkabul.
Hapusceritanya lau nelangsa banget ya al tiga tahun lalu wkwk.laod gegayaan komen-komen luh wkwk
BalasHapusiya tan, kayak orang putus asa ya. eh tapi 3 tahun itu berakhir tahun ini tan.
Hapus